Dizaman modern ini, penggunaan elektronik terutama gadget telah mendarah daging dikehidupan sehari-hari termasuk anak-anak. Gatget yang memiliki fungsi koneksi internet sebagai sumber informasi menjadi alasan bagi orangtua untuk memberikan gadget ke pada anaknya demi wawasannya luas dan terbuka.
Setiap hal pasti memiliki sisi positif dan negatif, begitu juga dengan penggunaa gadget pada anak, sisi positifnya seperti yang dijelaskan diatas bahwa penggunaan gadget pada anak dapat membuat anak lebih berwawasan luas da membuat anak akan lebih cerdas. Namun sisi negatifnya penggunaan gadget yang sering dan terlalu lama kan menyebabkan anak mengalami kesalahan refleksi.
Kesalahan refraksi adalah kondisi di mana cahaya yang diterima oleh mata tidak terfokus pada retina, sehingga menghasilkan gambar yang kabur di retina yang dapat berupa myopia, hyperopia dan astigmatism
Tanda Awal Gangguan Mata Pada Anak
Berikut merupakan tanda awal gangguan mata yang biasa dialami oleh anak.
1. Sakit kepala
Anak sering sakit kepala, mengeluhkan pandangan yang kabur atau mengeluh hruf-huruf yang dibaca seakan terbang setelah membaca lama.
2. Mata terlihat sayu
Mata anak yang mengalami kesalaha refleksi akan terlihat sayu atau mengantuk ketika melihat sinar terang dan ketika memegang bku atau bacaan mereka secara dekat.
3. Sering mengucek mata
Tanda lainnya yaitu anak sering mengucek mata dan megeluarka air mata yag berlebiha.Untuk itu perlu untuk anak menjalani vision screening. Vision Screening adalah metode yang efektif dan murah untuk megindentifikasi anak yang megalami gangguan indera peglihatan.
Saat melakukan vision screening yang menjadi tantangan adalah kerjasama anak. Sangat susah melihat mereka fokus. Tidak seperti dewasa, anak kecil harus dijelaskan setiap step yang dilakukan kepadanya, harus secara menyenangkan
Sebetulnya kesalahan refraksi dapat disebabkan dua faktor yakni keturunan, yaitu dari silsilah keluarga, dan lingkungan yaitu kebiasan anak.
Kebiasan membaca terlalu dekat, bukan hanya lewat gadget. Sebuah studi meneliti anak-anak yang suka membaca buku dan anak yang suka menggunakan gadget efeknya sama.
Selain itu, penerangan yang kurang memadai dan juga posisi saat membaca, biasanya anak suka sambil tidur atau jarak mata dengan bacaan tidak semestinya, juga lamanya waktu terpapar bacaan perlu diperhatikan.
Oleh karena itu, disarankan agar memeriksakan mata anak enam bulan sekali bagi yang belum memakai kacamata, dan tiga bulan sekali bagi anak yang sudah memakai kacamata.

Komentar
Posting Komentar